empty
 
 
03.03.2026 02:59 PM
Harga gas di Eropa menembus $700

This image is no longer relevant

Harga gas grosir di Eropa melonjak tajam. Menurut bursa London ICE, harga untuk pertama kalinya sejak 23 Januari 2023 melampaui $700 per 1.000 meter kubik. Kenaikan ini mencerminkan guncangan geopolitik dan infrastruktur yang memicu volatilitas tinggi di pasar gas Uni Eropa.

Kontrak berjangka April untuk indeks TTF (Belanda, hub terbesar di Eropa) membuka perdagangan pada pukul 07.00 GMT di level $586,7 per 1.000 meter kubik, naik 8,8% dibandingkan harga penyelesaian sesi sebelumnya. Pada pukul 08.11 GMT, kontrak berjangka tersebut diperdagangkan di $649,8 (+20,5%). Beberapa menit sebelumnya, penawaran sempat menyentuh $710,8 per 1.000 meter kubik (+31,8%). Harga penyelesaian sesi sebelumnya adalah $539,2 per 1.000 meter kubik. Level $700 terakhir kali terlampaui pada 23 Januari 2023.

Kenaikan harga yang tajam dimulai pada hari Senin, ketika harga sempat melonjak hingga 50% secara intraday menjadi $590 per 1.000 meter kubik. Para ahli yang dikutip RIA Novosti mengaitkan pergerakan ini dengan kombinasi risiko geopolitik dan masalah pasokan serta infrastruktur.

QatarEnergy pada hari Senin menyatakan telah menghentikan produksi LNG di semua fasilitas setelah serangan drone. Qatar merupakan pemasok LNG terbesar ketiga bagi Uni Eropa: menurut data Eurostat yang dikutip RIA Novosti, Qatar menyumbang 8,4% dari impor LNG Uni Eropa pada tahun 2025.

Analis memperingatkan bahwa jika konflik di sekitar Selat Hormuz berlarut-larut, Eropa dapat menghadapi guncangan harga yang sebanding dengan musim semi 2022, ketika harga gas mencapai beberapa ribu dolar. Pada episode tersebut, harga gas di Eropa mencapai puncak $3.892 per 1.000 meter kubik.

This image is no longer relevant

Cara para trader dapat memanfaatkannya

  1. Perdagangan saham berjangka TTF: posisi long jangka pendek dapat menangkap lonjakan harga, tetapi stop loss yang ketat sangat penting karena volatilitas yang tinggi.
  2. Opsi untuk manajemen risiko dan spekulasi: membeli call atau menggunakan strategi straddle/strangle dapat efektif menjelang pergerakan tajam; menjual opsi menghasilkan penerimaan premi tetapi membawa risiko yang signifikan.
  3. Calendar spread: jika pasar bergerak ke contango atau backwardation, calendar spread antara kontrak dekat dan kontrak jauh memungkinkan perdagangan kurva dengan risiko yang lebih terbatas.
  4. Pasar terkait: pantau pasar minyak, listrik, LNG freight, serta saham pemasok/pengirim untuk ide perdagangan tambahan dan lindung nilai.
  5. Perdagangan dan pemantauan berita: awasi secara ketat pernyataan produsen (misalnya QatarEnergy) dan perkembangan geopolitik di sekitar Hormuz untuk dapat bereaksi cepat terhadap perubahan likuiditas dan volatilitas.
  6. Manajemen risiko: lakukan diversifikasi, tetapkan batas posisi, gunakan opsi untuk perlindungan, dan lakukan perencanaan skenario — semuanya krusial dalam kondisi yang sangat tidak pasti.

Pendekatan ini tidak menghilangkan risiko — volatilitas dapat menguntungkan maupun merugikan trader. Padukan ide perdagangan dengan aturan manajemen modal yang ketat dan pantau berita pasokan serta geopolitik secara saksama.

Andreeva Natalya,
Analytical expert of InstaTrade
© 2007-2026

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.