Lihat juga
27.03.2026 02:27 PMTampaknya Iran benar — Donald Trump sedang bernegosiasi dengan dirinya sendiri. Pertama, Presiden AS tersebut mengeluarkan ultimatum, lalu ia menariknya kembali dan memerintahkan untuk tidak membom infrastruktur energi Iran. Pertama selama lima hari, kemudian sepuluh. Sang penghuni Gedung Putih itu berbicara tentang apa yang disebut sebagai "hadiah" dari Teheran dan pembicaraan yang "produktif". Namun, Iran dan Israel terus saling menyerang, dan Selat Hormuz tetap tertutup. Semua ini meyakinkan para investor bahwa harapan akan perdamaian adalah semu dan memungkinkan EUR/USD turun.
Hal yang paling mengejutkan adalah, meskipun terjadi gejolak besar, harga minyak belum menyentuh rekor tertinggi selama hampir tiga minggu. Hal itu terbantu oleh optimisme yang disebarkan Gedung Putih, pengalihan rute pengiriman secara bertahap, serta barel-barel minyak dari cadangan strategis yang masuk ke pasar.
Dinamika dolar AS dan S&P 500
Dolar AS sedang menguat, namun tidak sepenuhnya sejalan dengan kejatuhan indeks saham. Salah satu pendorong kekuatan greenback selama konflik di Timur Tengah adalah statusnya sebagai aset safe haven. Pada saat yang sama, kejatuhan S&P 500 pada pekan penuh terakhir di bulan Maret mengindikasikan bahwa EUR/USD seharusnya diperdagangkan jauh lebih rendah.
Pasar saham AS diliputi kekhawatiran terhadap risiko stagflasi. Analis Bloomberg memangkas proyeksi PDB AS untuk 2026 dari 2,5% menjadi 2,3%. Mereka kini melihat risiko resesi yang lebih tinggi dalam 12 bulan ke depan — 30%, naik dari sebelumnya 25%. Indikator inflasi favorit The Fed, indeks PCE, naik dari 2,6% menjadi 3,1%.
Namun, OECD justru menaikkan proyeksi PDB AS dari 1,7% menjadi 2,0%, dengan alasan meningkatnya investasi pada teknologi AI. Sebaliknya, proyeksi untuk Eropa yang bergantung pada energi dipangkas.
Proyeksi OECD untuk perekonomian Eropa
Zona euro jelas akan terdampak lebih parah oleh konflik di Timur Tengah dibandingkan Amerika Serikat. Ini adalah argumen lain untuk menjual EUR/USD. Meski demikian, ada beberapa nuansa: pasangan mata uang tersebut justru sempat menguat sebelumnya sebagai respons terhadap tarif yang diberlakukan Gedung Putih terhadap Uni Eropa, karena para investor memperkirakan pihak Amerika yang akan menanggung biayanya.
Dengan demikian, penurunan EUR/USD menunjukkan bahwa Trump gagal melemparkan tali penyelamat dengan retorika yang bersifat mendamaikan. Ini bukan perang dagang di Timur Tengah — ini adalah perang yang sesungguhnya. Iran tidak akan mundur, seberapa pun piawainya kemampuan negosiasi sang presiden. Pada saat yang sama, risiko eskalasi mendorong harga Brent kembali mendekati titik tertinggi terbaru.
Pandangan teknikal terhadap EUR/USD
Pada grafik harian, EUR/USD tengah bergerak turun menuju batas bawah dari kisaran nilai wajarnya di 1,151–1,165. Penembusan level support di 1,151 akan membuka peluang untuk menambah posisi jual yang dibuka dari 1,160. Target penurunan euro terhadap dolar berada di level pivot 1,144 dan 1,134.
You have already liked this post today
*Analisis pasar yang diposting disini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan Anda namun tidak untuk memberi instruksi trading.


