Lihat juga
Pengujian harga di 1,1537 terjadi ketika indikator MACD sudah bergerak jauh di atas level nol, mengonfirmasi bahwa potensi kenaikan pasangan ini terbatas. Karena alasan ini, saya tidak membeli euro.
Pernyataan para perwakilan US Federal Reserve pada hari Jumat, yang mengisyaratkan kemungkinan pengetatan kebijakan dalam waktu dekat, berkontribusi pada penguatan dolar AS terhadap euro. Tingginya inflasi dan prospek tekanan harga lebih lanjut, terutama di sektor energi, sudah memengaruhi rencana The Fed, yang pada gilirannya mendorong permintaan aset safe haven, termasuk dolar AS.
Hari ini, perhatian para investor akan tertuju pada rilis indeks harga konsumen (CPI) Jerman untuk bulan Maret. Data ini akan menjadi yang pertama setelah eskalasi konflik antara AS dan Iran. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dipicu oleh peristiwa terbaru dapat semakin melemahkan posisi euro dan menguntungkan dolar. Data inflasi hari ini mungkin menjadi katalis untuk kelanjutan pelemahan euro. Jika angka yang dirilis ternyata jauh lebih tinggi daripada prediksi, euro mungkin sedikit menguat, tetapi kecil kemungkinan hal itu akan berdampak besar pada tren bearish yang sedang berlangsung.
Untuk strategi intraday, saya akan terutama fokus pada penerapan Skenario #1 dan #2.
Skenario #1: Saya berencana membeli euro hari ini ketika harga mencapai sekitar 1,1526 (garis hijau pada grafik), dengan target pergerakan menuju 1,1571. Di sekitar 1,1571, saya berniat menutup posisi beli dan berbalik melakukan penjualan, dengan target pergerakan 30–35 pip dari titik masuk. Kenaikan euro baru bisa diantisipasi setelah rilis data yang sangat baik. Penting! Sebelum membeli, pastikan indikator MACD berada di atas level nol dan baru mulai bergerak naik dari level tersebut.
Skenario #2: Saya juga berencana membeli euro hari ini jika harga menguji level 1,1507 dua kali berturut-turut ketika indikator MACD berada di area oversold. Hal ini akan membatasi potensi penurunan pasangan ini dan memicu reversal naik di pasar. Kenaikan dapat diantisipasi menuju level berlawanan di 1,1526 dan 1,1571.
Skenario #1: Saya berencana menjual euro setelah harga mencapai 1,1507 (garis merah pada grafik), dengan target penurunan ke 1,1470. Di sekitar 1,1470, saya akan menutup posisi jual dan segera berbalik melakukan pembelian (dengan target pergerakan 20–25 pip berlawanan arah dari level tersebut). Tekanan pada pasangan ini mungkin kembali kapan saja hari ini. Penting! Sebelum menjual, pastikan indikator MACD berada di bawah level nol dan baru mulai bergerak turun.
Skenario #2: Saya juga berencana menjual euro hari ini jika harga menguji level 1,1526 dua kali berturut-turut ketika indikator MACD berada di area overbought. Hal ini akan membatasi potensi kenaikan pasangan ini dan memicu reversal turun di pasar. Penurunan dapat diantisipasi menuju level berlawanan di 1,1507 dan 1,1470.
Catatan: Trader pemula di pasar forex perlu mengambil keputusan masuk posisi dengan sangat hati-hati. Sebaiknya hindari masuk pasar sebelum rilis laporan fundamental penting agar tidak terjebak fluktuasi harga yang tajam. Jika Anda memilih untuk trading saat rilis berita, selalu pasang order Stop Loss untuk meminimalkan kerugian. Tanpa memasang order Stop Loss, Anda mungkin kehilangan seluruh deposit dengan cepat, terutama jika Anda tidak menggunakan manajemen risiko dan bertransaksi dengan volume besar.
Ingat, trading yang sukses memerlukan rencana trading yang jelas, seperti yang disajikan di atas. Mengambil keputusan trading secara spontan hanya berdasarkan situasi pasar saat ini pada dasarnya adalah strategi yang merugikan bagi trader intraday.