empty
18.06.2026 12:49 AM
Emas Mendapat Kesempatan Kedua

Emas berhasil menemukan pijakannya dan bangkit dari level terendah sejak musim gugur 2025, berkat meredanya konflik di Timur Tengah. Pertama, Donald Trump membatalkan aksi pemboman terhadap Iran, lalu mengumumkan adanya kesepakatan dengan negara tersebut. Hal ini sudah cukup untuk mendorong kembali kuotasi XAU/USD ke atas $4.300 per troy ounce. Kini logam mulia tersebut bersiap menghadapi ujian berupa rapat FOMC yang dipimpin Ketua baru, Kevin Warsh.

Konflik di Timur Tengah telah menciptakan sejumlah hambatan bagi emas. Kenaikan harga minyak mendorong inflasi AS, meningkatkan imbal hasil obligasi pemerintah AS, dan memperbesar peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pada saat yang sama, dolar AS menguat. Rumor adanya kesepakatan antara Washington dan Teheran mengisyaratkan bahwa harga telah menyentuh titik dasar, dan XAU/USD mulai menapaki tren kenaikan.

Dinamika Emas dan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS

This image is no longer relevant

Penurunan harga emas didorong oleh arus keluar modal dari exchange-traded funds (ETF) khusus, seiring dengan pergerakan persediaan mereka yang mengikuti harga, serta berkurangnya aktivitas bank sentral di pasar emas batangan. Faktor-faktor ini hampir pasti akan kembali berperan dan mendukung XAU/USD ketika tekanan berkurang. Sebagai contoh, survei terbaru WGC menunjukkan bahwa 45% dari 76 bank sentral berencana meningkatkan pembelian emas dalam 12 bulan ke depan, dengan hanya satu bank sentral yang berencana menjual. Angka ini merupakan yang tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah survei tersebut.

Ujian serius pertama dalam perjalanan kenaikan emas akan terjadi pada pertemuan FOMC bulan Juni. Lonjakan logam mulia ini ke rekor tertinggi pada awal 2026 didorong oleh ekspektasi bahwa siklus ekspansi moneter The Fed akan berlanjut setelah tiga kali penurunan suku bunga di akhir tahun lalu. Penurunan XAU/USD dari April hingga Juni berlangsung di tengah meningkatnya probabilitas pengetatan kebijakan moneter.

Sikap The Fed sangat penting untuk memperjelas arah pergerakan emas. Selain itu, ketidakpastian yang meningkat terkait pergantian kepemimpinan The Fed mendorong para trader untuk menutup posisi di logam mulia tersebut menjelang pengumuman hasil pertemuan FOMC selama dua hari, yang pada akhirnya menyebabkan konsolidasi jangka pendek.

This image is no longer relevant

Warsh mendorong lebih banyak tindakan dan lebih sedikit bicara. Menurutnya, bank sentral telah menjadi sandera dari kata-katanya sendiri. Proyeksi mencerminkan apa yang dulu ia pikirkan. Namun, kondisi terus berubah, sehingga perkiraan sebelumnya menjadi tidak relevan. Sebagai contoh, pada bulan Maret, The Fed memperkirakan satu kali pemangkasan suku bunga federal funds. Para investor memperkirakan biaya pinjaman akan tetap tidak berubah, dengan beberapa pejabat memilih kenaikan pada tahun 2026.

Secara teknikal, pada grafik harian emas sedang terbentuk pola Wolf Wave. Rebound dari titik 5 yang kemudian diikuti kelanjutan reli menjadi dasar untuk memprediksi kenaikan harga hingga $5.200 per troy ounce. Penembusan pivot level di $4.350 akan menjadi katalis bagi aksi beli.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.