empty
 
 
04.09.2026 10:11 AM
Pasar saham pada 4 September: S&P 500 dan NASDAQ mencatat kenaikan kuat

Indeks saham AS ditutup dengan kenaikan yang solid kemarin. S&P 500 naik 1,06%, Nasdaq 100 melonjak 1,40%, dan Dow Jones Industrial Average menguat 1,18%.

This image is no longer relevant

Pagi ini, indeks saham dan Treasury AS cenderung bergerak datar menjelang rilis laporan ketenagakerjaan Agustus, sebuah data yang bisa menentukan keputusan suku bunga The Fed pada bulan September. Futures S&P 500 nyaris tidak bergerak setelah kenaikan harian terbesar dalam sebulan pada sesi sebelumnya. Imbal hasil Treasury 10 tahun turun satu basis poin ke 4,76%, sementara sebagian besar kurva tetap tenang. Harga Brent bertahan di sekitar $95,50/barel dan dolar stabil. Ketiadaan arah yang jelas di berbagai kelas aset cukup mencolok — momen langka ketika tidak ada pihak yang ingin menjadi yang pertama mengambil posisi.

Para ekonom memperkirakan nonfarm payrolls akan naik sebesar 55.000, setelah penurunan mengejutkan pada bulan Juli. Hasil seperti itu akan kurang lebih sejalan dengan rata-rata laju penciptaan lapangan kerja tahun ini, yang menandakan bahwa pasar tenaga kerja tidak runtuh, tetapi juga tidak memanas berlebihan. Saat ini pasar menilai peluang kenaikan suku bunga 25 bps pada September kira-kira 50:50, sehingga biaya kesalahan prediksi menjadi lebih tinggi dari biasanya.

Perdebatan di dalam The Fed membuat rilis data kali ini menjadi sangat penting. Pekan lalu, Ketua The Fed Kevin Warsh menekankan fokus kuat The Fed pada stabilitas harga, tetapi data ketenagakerjaan bisa memberi waktu bagi komite untuk menilai apakah kebijakan saat ini sudah cukup ketat. Dalam praktiknya, laporan tenaga kerja yang lemah akan memberi landasan formal bagi The Fed untuk menahan suku bunga sambil mempertahankan retorika hawkish. Hasil seperti itu akan mendukung saham dan obligasi, tetapi akan mengikis kepercayaan terhadap keteguhan The Fed, karena setiap penundaan di tengah inflasi yang masih di atas target merusak kredibilitas.

Pasar sebenarnya membutuhkan angka payrolls yang sedikit lebih lemah — cukup lemah untuk membenarkan jeda kenaikan suku bunga, tetapi tidak terlalu lemah hingga memicu lonjakan kekhawatiran resesi. Seberapa realistis skenario ini? Menurut saya probabilitasnya lebih rendah daripada yang diasumsikan pasar, mengingat kombinasi data terbaru. ADP menunjukkan kenaikan hanya 38.000 pada penggajian swasta di Agustus, kenaikan terkecil sejak Januari, dan indeks ketenagakerjaan ISM services tetap berada di wilayah kontraksi untuk bulan kedua di 47,8. Keduanya mengindikasikan laju perekrutan yang secara signifikan di bawah konsensus 55.000. Pada saat yang sama, indeks harga ISM service melonjak ke 72,6, merupakan yang tertinggi sejak Agustus 2022. Kombinasi pelemahan perekrutan dan percepatan harga membuat komite tidak memiliki jalan keluar yang nyaman.

Pasar Eropa memiliki ceritanya sendiri hari ini. Stoxx 600 menguat tipis, dan saham Volkswagen sempat melonjak hingga 9,7% setelah mengumumkan restrukturisasi besar. Obligasi pemerintah regional tertinggal, dengan UK gilts berkinerja paling lemah, sejalan dengan aksi jual yang lebih luas di utang negara yang dipicu kekhawatiran anggaran dan kenaikan biaya energi.

Yen juga patut diperhatikan: mata uang ini mempertahankan sebagian besar penguatannya setelah reli lebih dari 2% pada hari Kamis, menyentuh level yang terakhir terlihat pada Mei, saat intervensi sebelumnya. Episode kali ini tampak berbeda secara struktural dari pergerakan sebelumnya. Sebelumnya, penguatan yen didorong oleh intervensi satu kali; pergerakan saat ini lebih mencerminkan akhir dari carry trade menjelang keputusan Bank of Japan, dan penyesuaian posisi seperti ini cenderung menjadi pendorong yang lebih bertahan lama dibandingkan pembelian kebijakan satu kali.

Laporan payrolls hari ini tampaknya akan menjadi persimpangan jalan bagi setidaknya tiga pasar: saham, obligasi, dan FX. Skenario dasar saya adalah realisasi payrolls akan berada di bawah konsensus 55.000, lebih dekat ke kisaran 20–40 ribu, mengingat konsistensi sinyal pelemahan dari ADP dan ISM. Hasil tersebut akan menekan imbal hasil turun dan mendukung aset berisiko, tetapi tidak akan menguatkan dolar karena pasar akan menetapkan jeda The Fed pada September. Risiko utama terhadap pandangan ini tetaplah perbedaan yang sudah familier antara indikator berbasis survei dan data resmi yang sempat mengejutkan para peramal pada bulan Juli.

This image is no longer relevant

Untuk prospek teknikal S&P 500, pembeli perlu menembus level resistance 7.756 untuk mengonfirmasi potensi kenaikan lanjutan dan membuka jalan menuju 7.774. Bertahan di atas 7.793 akan semakin menguatkan posisi kubu bullish. Di sisi bawah, pembeli harus mempertahankan area 7.737. Penembusan di bawah level tersebut kemungkinan akan mendorong indeks kembali ke 7.718 dan membuka jalan menuju 7.698.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.