empty
 
 
04.09.2026 11:52 AM
XAU/USD: analisis dan proyeksi: emas tetap berada di bawah tekanan

This image is no longer relevant

Kekhawatiran terhadap inflasi yang didorong oleh energi memperkuat prospek pengetatan kebijakan Fed dan semakin membatasi kenaikan harga emas.

This image is no longer relevant

Emas (XAU/USD) sedikit melemah, memutus rally dua hari di tengah penguatan moderat dolar AS. Meskipun demikian, logam mulia ini tetap bertahan di atas $4.450 dan berada dekat level tertinggi mingguan yang dicapai kemarin, sementara ara pelaku pasar menanti rilis data ketenagakerjaan bulanan utama AS. Laporan nonfarm payrolls (NFP) yang terkenal ini diperkirakan memberikan sinyal tambahan mengenai kemungkinan strategi Federal Reserve, saat pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga pada September — perkembangan yang akan berdampak signifikan pada dolar dan berpotensi menambah momentum bagi logam mulia tersebut.

TD Securities menyatakan bahwa "data nonfarm payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat adalah peristiwa penting berikutnya bagi pasar logam mulia," mengingat eksposur pelaku pasar terhadap "kembalinya sikap hawkish The Fed dan tingginya volatilitas di pasar energi." Namun, bank tersebut menyampaikan pandangan jangka panjang yang lebih positif, dengan mengatakan bahwa mereka tidak memperkirakan kejatuhan harga yang tajam karena latar belakang pasar emas membaik seiring pelemahan dolar dan karena kenaikan suku bunga Fed sama sekali belum pasti.

This image is no longer relevant
This image is no longer relevant

Menjelang rilis data, Gubernur The Fed Christopher Waller pada hari Kamis mengatakan bahwa ia cenderung mempertahankan level suku bunga Fed pada pertemuan FOMC berikutnya, selama data inflasi yang keluar tidak membawa kejutan. Para investor merespons: imbal hasil obligasi peemrintah AS turun dan dolar melemah, sehingga membantu emas pulih dari posisi terendah empat minggu yang tersentuh pada hari Rabu. Namun, risiko inflasi yang terkait dengan kenaikan harga energi tetap membuka peluang kenaikan suku bunga akhir bulan ini, yang dapat memungkinkan dolar bangkit dari posisi terendah satu setengah minggu dan membatasi kenaikan harga komoditas.

Harga minyak diperdagangkan mendekati level tertinggi yang belum terlihat sejak 24 Juli di tengah memanasnya kembali ketegangan AS–Iran dan insiden di Selat Hormuz. Dalam konteks eskalasi di Timur Tengah, Iran menyerang pangkalan militer AS di Kuwait dan Uni Emirat Arab pada hari Kamis. Sementara itu, Wakil Presiden AS J. D. Vance mengatakan bahwa Presiden Donald Trump memiliki beberapa opsi terhadap Teheran — ekonomi, militer, diplomatik, dan operasi rahasia. Korea Selatan juga bersiap mengerahkan pasukan untuk mengamankan pelayaran di Selat Hormuz yang strategis sebelum akhir tahun.

Faktor-faktor ini mendukung premi risiko geopolitik yang mendorong harga minyak dan memperkuat daya tarik dolar AS sebagai aset safe haven. Namun, arah harga emas dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada laporan ketenagakerjaan AS mendatang.

Secara teknikal, emas sejauh ini telah menghentikan koreksi penurunan terbaru dari sekitar $4.700 — level tertinggi sejak 14 Mei — dan kini bergerak menuju kenaikan mingguan yang moderat. Kenaikan lanjutan yang lebih berarti akan membutuhkan penguatan meyakinkan dan breakout berkelanjutan di atas level psikologis $4.500 dan simple moving average (SMA) 200 hari. Osilator berada di wilayah positif, mengonfirmasi keunggulan kubu bull, sehingga harapan atas kemenangan mereka masih ada. Namun, jika harga kembali turun di bawah SMA 100 hari dan exponential moving average (EMA) 200 hari, momentum bullish kemungkinan akan kembali memudar.

This image is no longer relevant

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.