empty
 
 
22.04.2026 01:08 PM
Emas terkena pukulan ganda

Emas mencatat penurunan harian terburuk dalam dua minggu terakhir di tengah gagalnya pembicaraan AS–Iran, retorika bernada hawkish dari Kevin Warsh di hadapan Senate Banking Committee, serta lonjakan penjualan ritel AS pada Maret dengan laju tercepat setidaknya dalam satu tahun terakhir. Ekonomi AS terlihat solid, Federal Reserve kecil kemungkinan memangkas suku bunga, sehingga kenaikan harga minyak justru mendukung penguatan dolar AS. Dalam kondisi seperti ini, XAU/USD berada di luar zona nyamannya.

Dinamika emas dan minyak

This image is no longer relevant

Tekanan terhadap logam berharga akibat lonjakan di sektor minyak berasal dari dua sumber. Kenaikan harga minyak memperburuk ancaman inflasi yang cepat, yang mendorong bank sentral — dengan The Fed sebagai yang terdepan — untuk mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan meningkatkannya. Pengetatan kebijakan moneter di seluruh dunia menimbulkan lonjakan imbal hasil obligasi. Emas, yang tidak menghasilkan bunga, tidak dapat bersaing dengan instrumen pendapatan tetap ketika imbal hasilnya naik.

Ketika harga Brent dan WTI semakin tinggi, risiko terjadi stagflasi dan kemungkinan resesi dalam ekonomi global juga meningkat. Hal ini bisa membuat bank sentral terpaksa menjual emas batangan yang sebelumnya telah mereka beli untuk menjaga produktivitas domestik tetap stabil. Misalnya, Rusia telah menjual 22 ton emas sejak awal tahun, termasuk 6,2 ton hanya pada bulan Maret. Dana dari penjualan tersebut membantu menutupi kekurangan anggaran. Akibatnya, cadangan emas mengalami penurunan menjadi 2. 304,76 ton.

Kembalinya bank sentral dalam membeli emas batangan, bersamaan dengan kekhawatiran tentang stabilitas keuangan di AS dan dimulainya kembali siklus pelonggaran dari The Fed, menjadi dasar untuk proyeksi optimis mengenai harga emas dari HSBC. Di sisi lain, Standard Chartered memprediksi bahwa harga rata-rata logam ini akan turun menjadi $4. 605 per ons pada kuartal kedua, disebabkan oleh percepatan inflasi global dan kebijakan pengetatan yang besar dari bank sentral. Namun, mereka memperkirakan harga akan meningkat menjadi rata-rata $4. 850 per ons pada kuartal ketiga.

Emas sebenarnya sedang menghadapi masa yang sulit. Penolakan di Senat mungkin akan menghalangi Kevin Warsh untuk menjabat sebagai ketua The Fed hingga hampir akhir Juni. Jerome Powell diperkirakan akan tetap menjabat, yang jika digabungkan dengan potensi inflasi yang meningkat akibat harga minyak yang lebih tinggi, dapat kembali memicu diskusi tentang peningkatan suku bunga federal funds rate. Ini adalah berita buruk untuk pasangan mata uang XAU/USD.

This image is no longer relevant

Tidak bisa dipastikan bahwa Kevin Warsh akan memangkas suku bunga seperti yang dituntut Donald Trump. Dalam pernyataannya di Senat, ia menuduh The Fed memicu inflasi pada 2020–2021, dengan berargumen bahwa bank sentral tersebut mengadopsi suatu aturan yang mentoleransi kenaikan harga di atas 2% karena nilai yang rendah pada periode sebelumnya. Akibatnya, The Fed harus memperketat kebijakan secara agresif pada 2022–2023.

Secara teknikal, grafik harian menunjukkan emas sedang berkonsolidasi dalam kisaran $4.670–4.860/oz. Penembusan ke bawah batas bawah di dekat $4.670 akan menjadi sinyal untuk menjual XAU/USD. Sebaliknya, penembusan yang berhasil atas level resistance di $4.860 akan menjadi alasan untuk membeli logam tersebut.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.